45 Titik Karhutla Terjadi di Sulteng, Luas Kebakaran Capai 528 Hektare
PALU, KRONIKSULTENG.ID
Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Sulawesi Tengah mencapai 45 kejadian dengan total luas area terdampak sekitar 528 hektare. Angka tersebut tercatat selama pekan pertama pelaksanaan Operasi Aman Tinombala 2026, terhitung sejak 28 Oktober hingga 3 November.
Kabupaten Poso menjadi wilayah dengan luasan kebakaran terbesar, yakni 260 hektare. Berikutnya Kabupaten Banggai Kepulauan dengan 167,2 hektare dan Kabupaten Morowali seluas 39,3 hektare.
Data tersebut menunjukkan bahwa ancaman Karhutla masih menjadi persoalan serius di sejumlah wilayah Sulawesi Tengah. Luasan area terdampak yang mencapai ratusan hektare dalam waktu sepekan menjadi perhatian aparat kepolisian dan instansi terkait.
Kabid Humas Polda Sulteng, Kombes Pol Achmad Muhaimin, menyampaikan bahwa pihaknya akan meningkatkan patroli, pemantauan kawasan rawan, serta deteksi dini terhadap kemunculan titik api.
Langkah pencegahan juga dilakukan melalui koordinasi dengan TNI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemerintah daerah, dan instansi terkait lainnya.
Muhaimin turut mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Warga juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sebelum meluas.
“Pencegahan Karhutla membutuhkan kepedulian dan peran aktif kita semua. Jangan sampai kelalaian kecil menimbulkan dampak yang jauh lebih besar bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat,” demikian imbauan yang disampaikan melalui rilis resmi Bidhumas Polda Sulteng.
Operasi Berlangsung 65 Hari
Operasi Aman Tinombala 2026 dijadwalkan berlangsung selama 65 hari, mulai 28 Oktober hingga 31 Desember 2026. Dalam operasi tersebut, Polda Sulteng mengerahkan 914 personel, terdiri atas 164 personel satgas tingkat Polda dan 750 personel dari satgas polres jajaran.
Operasi difokuskan pada pencegahan melalui patroli dan deteksi dini, penanganan cepat ketika kebakaran terjadi, serta pemulihan lingkungan untuk mencegah kebakaran berulang.
Dengan luasan kebakaran yang telah mencapai 528 hektare pada pekan pertama operasi, efektivitas patroli dan langkah pencegahan di lapangan menjadi penting untuk menekan potensi meluasnya Karhutla hingga akhir tahun.(JONG)
