Pendidikan

Anwar Hafid Dorong Pembangunan SDM Lewat Berani Cerdas, 850 Mahasiswa Unismuh Luwuk Terima Beasiswa


LUWUK, KRONIKSULTENG.ID


Program Berani Cerdas menjadi salah satu kebijakan Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid dalam memperluas akses pendidikan sekaligus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Anwar menempatkan pendidikan sebagai hak dasar masyarakat yang wajib dipenuhi pemerintah. Pandangan tersebut menjadi landasan program bantuan pendidikan yang diberikan kepada pelajar dan mahasiswa asal Sulawesi Tengah.

Dalam pemberitaan resmi Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah pada April 2026, Anwar menyebut Berani Cerdas sebagai upaya konkret pemenuhan hak masyarakat di bidang pendidikan.

“Berani Cerdas adalah perwujudan hak rakyat atas pendidikan yang harus dipenuhi daerah sesuai kewenangannya,” demikian pernyataan Anwar.

Sikap tersebut sejalan dengan pernyataannya dalam sejumlah kesempatan sebelumnya. Anwar menegaskan pendidikan merupakan mandat negara dan tidak boleh dikompromikan karena berkaitan langsung dengan masa depan masyarakat.

Melalui Berani Cerdas, pemerintah provinsi memberikan dukungan pembiayaan pendidikan, termasuk beasiswa bagi mahasiswa yang melanjutkan studi di perguruan tinggi.

Dampak program tersebut juga dirasakan mahasiswa Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Luwuk. Berdasarkan keterangan Wakil Rektor III Unismuh Luwuk, Dr. Kisman Karinda, sekitar 850 mahasiswa kampus tersebut menerima manfaat Beasiswa Berani Cerdas.

Kisman menyebut anggaran yang tersalurkan bagi mahasiswa penerima di Unismuh Luwuk mencapai sekitar Rp1,7 miliar setiap semester. Jika dihitung dalam dua kali penyaluran, totalnya diperkirakan mencapai Rp3,4 miliar dalam setahun.

Jumlah tersebut memperlihatkan besarnya dukungan pembiayaan pendidikan yang diterima mahasiswa di lingkungan kampus Unismuh Luwuk.

Dalam kuliah umum bersama Gubernur Anwar Hafid di Unismuh Luwuk, Rektor Dr. Sutrisno K. Djawa menyampaikan apresiasi terhadap arah kebijakan pembangunan yang dijalankan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.

Sutrisno menilai visi Anwar memiliki kesesuaian dengan nilai-nilai Muhammadiyah, terutama dalam perhatian terhadap pembangunan manusia.

Ia menekankan bahwa pembangunan daerah semestinya tidak hanya berorientasi pada proyek dan penyerapan anggaran, tetapi juga pada peningkatan kapasitas manusia.

“Kalau cuma orientasi proyek, itu selesai, tidak terbangun. Tapi kalau orientasi human capacity, maka insyaallah akan mengubah peradaban,” kata Sutrisno.

Pernyataan tersebut mempertegas pentingnya menempatkan pendidikan dan peningkatan kapasitas manusia sebagai bagian dari agenda pembangunan daerah.

Besarnya jumlah penerima Beasiswa Berani Cerdas di Unismuh Luwuk menjadi salah satu gambaran jangkauan program tersebut. Namun, keberhasilan kebijakan pendidikan tidak hanya diukur dari jumlah penerima maupun besarnya anggaran yang disalurkan.

Keberlanjutan bantuan, ketepatan sasaran, kualitas pendidikan, serta peningkatan kompetensi lulusan juga menjadi aspek penting untuk memastikan program tersebut memberikan dampak jangka panjang.

Kuliah umum yang menghadirkan Anwar Hafid di Unismuh Luwuk pada Rabu (4/11/2026) mengangkat tema “Bersama dalam Nawacita Menuju Sulteng Nambaso: Pemuda Sulteng Berani Cerdas” dan diikuti 1.123 mahasiswa.

Di tengah kebutuhan meningkatkan kualitas SDM, Berani Cerdas menjadi salah satu kebijakan yang mendapat perhatian dari lingkungan perguruan tinggi. Tantangan berikutnya adalah memastikan dukungan pembiayaan pendidikan itu berbanding lurus dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia Sulawesi Tengah.(JONG)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *