Kesehatan

Kemenkes Mulai Berikan Vaksin HPV Gratis kepada Anak Laki-Laki di Tiga Provinsi


JAKARTA, KRONIKSULTEN.ID


Upaya pemerintah mencegah penyebaran infeksi Human Papillomavirus (HPV) memasuki tahap baru. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mulai memperluas program imunisasi HPV gratis kepada anak laki-laki, setelah sebelumnya program tersebut difokuskan pada anak perempuan.

Perluasan ini menyasar anak usia 10–11 tahun atau siswa kelas 5 SD di tiga provinsi, yakni DKI Jakarta, DI Yogyakarta, dan Bali. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari strategi nasional untuk menekan risiko kanker yang berkaitan dengan infeksi HPV, baik pada perempuan maupun laki-laki.

Selama ini, HPV dikenal sebagai salah satu penyebab utama kanker serviks. Di Indonesia, sekitar 22.000 perempuan meninggal setiap tahun akibat penyakit tersebut. Sementara itu, data global tahun 2022 menunjukkan sekitar 95.000 laki-laki didiagnosis menderita kanker yang berkaitan dengan HPV dan 44.000 di antaranya meninggal dunia.

Vaksinasi Sejak Dini Dinilai Lebih Efektif

Direktur Imunisasi Kemenkes RI, dr. Indri Yogyaswari, MARS, menjelaskan bahwa usia 9–14 tahun merupakan periode yang paling tepat untuk memperoleh vaksin HPV karena respons kekebalan tubuh terhadap vaksin dinilai lebih optimal.

Mengutip pemberitaan Detik.com, Indri menyebut pemberian satu dosis vaksin pada kelompok usia tersebut dapat memberikan perlindungan hingga 88–90 persen. Sebaliknya, vaksinasi yang baru dilakukan setelah usia 20 tahun dengan dua dosis memiliki efektivitas sekitar 60 persen.

Penjelasan tersebut menjadi salah satu alasan pemerintah mendorong imunisasi HPV diberikan sebelum anak memasuki usia remaja.

Program vaksinasi HPV bagi anak perempuan telah dilaksanakan secara nasional sejak 2023. Berdasarkan data Kemenkes, cakupan imunisasi dosis tunggal pada siswi kelas 5 SD mencapai 83,5 persen, setelah sebelumnya menyentuh 90,8 persen pada 2025.

Sementara itu, pelaksanaan program bagi anak laki-laki di tiga provinsi percontohan telah mencatat cakupan sebesar 88 persen.

Pemerintah juga memperkuat upaya pencegahan melalui skrining kanker serviks. Pemeriksaan tersebut diintegrasikan ke dalam program Cek Kesehatan Gratis (CKG), dengan sasaran perempuan berusia 30 tahun.

Selain memperluas jangkauan imunisasi, pemerintah menghadapi tantangan berupa informasi keliru mengenai keamanan vaksin HPV.

Ketua Komite Nasional Pengkajian dan Penanggulangan Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi (Komnas KIPI), Prof. dr. Hinky Hindra Irawan Satari, menegaskan bahwa vaksin HPV yang digunakan dalam program pemerintah telah melalui pengujian klinis dan memenuhi standar keamanan.

Ia menjelaskan, sejumlah reaksi setelah imunisasi seperti nyeri pada lokasi suntikan maupun pusing merupakan respons yang umumnya ringan dan dapat membaik dengan sendirinya.

Pemerintah berharap perluasan imunisasi kepada anak laki-laki, bersamaan dengan peningkatan cakupan vaksinasi anak perempuan dan skrining bagi perempuan dewasa, dapat memperkuat pencegahan kanker terkait HPV.

Langkah ini sekaligus diarahkan untuk mengurangi risiko penularan HPV dan menekan beban penyakit akibat infeksi tersebut di Indonesia.(Jong)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *